Hukum Bekerja Di Restoran Yang Menjual Minuman Dan Makanan Haram


HUKUM ORANG YANG BEKERJA

DI RESTORAN YANG MENJUAL MINUMAN DAN MAKANAN HARAM

 Pertanyaan:

Bagaimanakah hukum orang yang bekerja di suatu restoran yang menjual minuman haram, dan dia berusaha untuk tidak menyuguhkan atau membawa minuman-minuman haram, tetapi hanya melayani para pengunjung yang memesan makanan dan minuman yang tidak haram ? Bagaimana pula hukumnya seorang muslim yang menjual hal tersebut dalam rangka menarik pelanggan ? Apa hukumnya menyuguhkan daging babi pada saat bekerja di restoran tersebut? Dan bagaimana pula hukum pemilik restoran tersebut yang ditempatnya terdapat daging babi demi mengais rizki darinya ?

Jawaban:
Pertama : Diharamkan bekerja dan berusaha dengan membantu menyajikan hal-hal yang haram, baik itu minuman khamr maupun daging babi. Dan upah yang diperoleh darinya pun haram. Sebab, yang demikian itu merupakan bentuk tolong menolong untuk berbuat dosa dan permusuhan, sedang Allah telah melarang hal tersebut melalui firmanNya;

“Dan janganlah kalian tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” [Al-Maaidah : 2]

Dan kami menasihati anda untuk menghindarkan diri bekerja di restoran seperti ini dan yang semisalnya. Sebab dengan menghindarinya, berarti telah menyelamatkan diri dari tolong menolong dalam suatu hal yang diharamkan oleh Allah.

Kedua : Diharamkan bagi orang muslim untuk menjual barang-barang haram, seperti daging babi dan khamr. Telah ditegaskan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwasanya beliau telah bersabda;

“Sesungguhnya jika Allah mengharamkan sesuatu, maka Dia juga mengharamkan nilai harganya” [HR. Ahmad I/247, 293 dan 322]

Sedangkan rizki dan penarikan pengunjung itu berada di tangan Allah, bukan pada penjualan hal-hal yang haram. Berdasarkan hal tersebut, maka wajib bagi orang muslim yang bertakwa kepada Allah Azza wa Jalla dengan menjalankan semua perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Allah Ta’ala berfirman:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangkanya” [Ath-Thalaaq: 2-3]

Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa-imah, Fatwa No. 8289]

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s