Hukum Menjual Rokok


HUKUM SEORANG PEDAGANG YANG TIDAK MENGHISAP ROKOK NAMUN MENJUAL ROKOK DAN CERUTU DALAM DAGANGANNYA.

Pertanyaan:

Apa hukumnya menjual rokok dan cerutu dalam dagangan? Dan saya tidak menghisapnya !. Saya mengerjakan shalat di toko saja, tidak ikut shalat jama’ah. Bagaimana hukumnya ?

Jawaban:
Rokok merupakan barang yang sangat buruk lagi berbahaya, yang tidak boleh dihisap dan diperjualbelikan. Sebab jika Allah mengharamkan sesuatu, pasti Dia juga mengharamkan hasil penjualannya. Dan yang wajib anda lakukan adalah bertaubat dari menjualnya serta hanya memfokuskan diri menjual barang-barang yang dibolehkan saja, yang di dalamnya mengandung kebaikan dan berkah. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik darinya.

Anda juga tidak boleh membiarkan anak-anak muda berkumpul di tempat anda dan meninggalkan shalat. Dan yang wajib bagi anda lakukan adalah menutup tempat tersebut, dan kemudian anda dan juga mereka berangkat ke masjid. Yang demikian itu didasarkan pada firman Allah Ta’ala;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikanmu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang melakukan hal yang demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi” [Al-Munafiquun : 9]

Dan juga didasarkan pada sabda Nabi:

“Barangsiapa mendengar seruan adzan lalu dia tidak memenuhinya, maka tidak ada shalat baginya kecuali yang berhalangan” [HR. Ibnu Majah no 743]

Ditanyakan kepada Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu : “apakah halangan tersebut ? “Dia menjawab : “Rasa takut atau sakit”.

Juga didasarkan pada apa yang ditegaskan dari Nabi SAW pada saat beliau ditanya oleh seorang buta yang bertanya : “Wahai Rasulullah, tidak ada seorangpun yang menuntunku ke masjid, apakah saya masih memperoleh keringanan untuk shalat di rumahku ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bertanya kepadanya:

“Apakah kamu mendengar seruan shalat ?”: “Ya” jawabnya. Beliau berkata : “Kalau begitu, penuhilah”. Diriwayatkan oleh Imam Muslim di dalam kitab shahihnya.

Wabillaahit Taufiq. Dan mudah-mudahan Allah senantiasa melimpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa-imah No 18279]

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s