Kisah Thawus bin Kaisan


THAWUS IBN KAISAN

(Allah Permalukan Penguasa Lalim Yang Hendak Mempermalukannya)
 

“Aku tidak pernah melihat seorang pun yang seperti Thawus ibn Kaisan” (‘Amr ibn Dinar)

Dialah ‘Dzakwaan ibn Kaisan’ yang berjuluk ‘Thawus’. Ini adalah julukan yang dilekatkan padanya karena ia adalah Thawus al-‘Ulama’ (burung merak para ulama) dan pemimpin bagi mereka semasanya.

Thawus ibn Kaisan hidup di Yaman. Tampuk kekuasaan wilayah Yaman ketika itu dipegang oleh Muhammad ibn Yusuf ats-Tsaqafi (penguasa tiranu) seperti saudaranya al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi.

Pada suatu pagi, Thawus ibn Kaisan bersama Wahb ibn Munabbih datang menemui Muhammad ibn Yusuf. Mulailah Thawus menasehatinya. Sejumlah orang duduk di hadapannya. Dengan congkaknya Sang penguasa ini berkata kepada salah seorang penjaga, “Wahai Ghulam, hadirkan Thailasan (jubah yang berwarna hijau) dan lemparkan ke pundak Abu Abdirrahman (Thawus).”

Akan tetapi, lisan Thawus terus saja berucap memberikan wejangan. Ia mulai menggerak-gerakkan pundaknya dengan pelan hingga Thailasan itu terjatuh. Ia lalu bangkit berdiri dan beranjak pergi.

Allah SWT membalas Muhammad ibn Yusuf atas perbuatannya ini dan menjadikan pembalasannya dilihat dan disaksikan oleh orang banyak.

Thawus ibn Kaisan menceritakan, “Saat aku berada di Mekkah menunaikan haji. Al-Hajjaj ibn Yusuf ats-Tsaqafi menjamu diriku. Lalu ia menanyaiku berbagai masalah.

Sesaat kemudian, al-Hajjaj mendengar seseorang bertalbiyah dengan mengeraskan talbiyahnya, suara itu menggetarkan hati. Al-Hajjaj bergumam, “Bawalah orang yang bertalbiyah itu kepadaku.”

Ia pun didatangkan dan ditanya, “Dari mana kamu?”

“Ia menjawab, “Dari penduduk Yaman.”

Al-Hajjaj melanjutkan, “bagaimana sepak terjangnya (Muhammad ats Tsaqafi) disana?”
Ia menjawab, “Dia banyak berbuat zhalim, dan berbuat maksiat kepada Khaliq.”

Wajah al-Hajjaj berubah merah, marah karena dipermalukan dihadapan khalayak.

Ia bertanya, “Apa yang menyebabkanmu mengatakan tentangnya seperti itu, sedangkan kamu tahu kedudukannya dariku?.”

Ia menjawab, “Apakah kamu melihatnya dengan kedudukannya darimu lebih mulia daripada aku dengan kedudukanku dari Allah SWT?”
Al-Hajjaj terdiam dan membisu”

Thawus melanjutkan, “Orang tersebut bangkit dan pergi tanpa meminta izin. Aku lalu berdiri mengikutinya di belakang.

Sesungguhnya Allah SWT tidak pernah lalai dari perbuatan orang orang zhalim yang menghinakan para wali-Nya di dunia ini.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s