Malam Sebagai Pakaian dan Siang Untuk Mencari Penghidupan


Malam Sebagai Pakaian dan Siang Untuk Mencari Penghidupan

 Allah berfirman, “Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian. Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS. An-Naba’: 10-11)

Imam Ath-Thabari menyebutkan, “Dan telah kami jadikan malam bagi kalian sebagai penutup, yang kegelapannya menutupi kalian sehingga kalian menjadi tenang, sebagai pakaian menutupi jasad pemakainya sehingga ia pun menjadi tenang. Dan telah kami jadikan siang bagi kalian agar kalian bertebaran di muka bumi ini untuk mencari penghidupan kalian, dan agar kalian bebas melakukan apa saja yang bisa mendatangkan kemaslahatan duniawi kalian.”

Siang dan Malam Merupakan Tanda-tanda Kekuasaan Allah

Siang dan malam merupakan bukti kekuasaan Allah yang tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya yang bisa menandingi-Nya. Mahabenar Allah yang telah berfirman:

إِنَّ فِي اخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ اللَّهُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَّقُونَ

“Sesungguhnya pada pergantian siang dan malam, serta penciptaan langit dan bumi, sungguh merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS. Yunus: 6)

Siang Untuk Bekerja Malam Untuk Istirahat

Merupakan karunia dan nikmat Allah yang Maha Agung, Dia telah menjadikan untuk hamba-hamba-Nya siang sebagai waktu untuk bekerja dan mencari penghidupan. Serta menjadikan malam sebagai waktu untuk beristirahat.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

            فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُون

“Apabila shalat telah dilaksanakan maka bertebaranlah kamu di di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung.” (QS. Al-Jumu’ah: 10)

Dalam ayat ini Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada orang-orang mukmin untuk bertebaran ke muka bumi dalam rangka mencari penghidupannya setelah shalat Jum’at dilaksanakan. Ini menunjukkan bahwa kita diperintahkan menggunakan waktu siang kita untuk bekerja dan menggunakannya untuk mencari kemaslahatan duniawi kita, sehingga kehidupan seorang mukmin itu menjadi seimbang.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

            وَابْتَغِ فِيمَا آَتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآَخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pahala negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia, dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qashash: 77)

Dan ketahuilah bahwa bagian siang yang paling banyak mengandung berkah adalah pagi harinya. Karenanya suatu ketika Shahabat Ibnu Abbas –radhiyallahu ‘anhu- melihat anaknya sedang tidur pagi, maka ia berkata, “Bangunlah, apakah kamu tidur pada waktu disebarkan rezeki?”

Dalam sebuah hadits dari Shakr bin Wada’ah disebutkan Rasulullah SAW bersabda;

اللَّهُمَّ بَارِكْ لأُمَّتِى فِى بُكُورِهَا ». وَكَانَ إِذَا بَعَثَ سَرِيَّةً أَوْ جَيْشًا بَعَثَهُمْ فِى أَوَّلِ النَّهَارِ. وَكَانَ صَخْرٌ رَجُلاً تَاجِرًا وَكَانَ يَبْعَثُ تِجَارَتَهُ مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ فَأَثْرَى وَكَثُرَ مَالُه

Dari Shakhr bin Wada’ah Al-Ghamidi –radhiyallahu ‘anhu- dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ia bersabda, “Ya Allah berkahilah untuk umatku pada pagi harinya.” Jika beliau mengutus pasukan perang, maka beliau mengutuskan pada pagi hari. Shakhr adalah seorang pedagan yang biasa mengirimkan barang dagangannya pada pagi hari, maka ia menjadi kaya raya dan banyak harta.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Dengan rahmat dan kasih sayang-Nya, Allah menjadikan malam sebagai tempat dan waktu untuk beristirahat dari segala kepenatan dan kelelahan di siang hari.

Maha Benar Allah yang telah berfirman:

قُلْ مَنْ يَكْلَؤُكُمْ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ مِنَ الرَّحْمَنِ بَلْ هُمْ عَنْ ذِكْرِ رَبِّهِمْ مُعْرِضُونَ

“Katakanlah, ‘Siapa yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain (Allah) Yang Maha Pemurah?’ Sebenarnya mereka adalah orang-orang yang berpaling dari mengingat Rabb mereka.” (QS. Al-Anbiya’: 47)

Karenanya, memanfaatkan waktu sesuai dengan yang telah Allah gariskan, adalah prilaku muslim yang bijak. Bukankah keridhaan dan keberkahan dari Allah Ta’ala adalah sesuatu yang harus diutamakan?.

Semoga kita terhindar dari apa yang Allah Ta’ala ingatkan dalam firman-Nya;

عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌ (3) تَصْلَى نَارًا حَامِيَةً (4)

“Bekerja keras lagi kepayahan. Kemudian masuk kedalam api yang panas (neraka)” (Qs. al Ghasyiyah: 3-4). Wallahua’lam bish Shawwab. (mA; MAY 3, 2012)

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s