Kenapa Seseorang diazab dalam kubur ?


Makalah

Kenapa Seseorang diazab dalam kubur?

Azab kubur dan azab akhirat adalah dampak dari kemarahan dan kemurkaan Allah kepada hamba-Nya. Atas kelalaiannya terhadap perintah-Nya dan kemaksiatan yang dia lakukan. Allah tidak akan mengazab ruh yang bermakrifah kepada-Nya, mencintai-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya

Landasannya adalah firman Allah, “Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekelilingmu itu, ada orang-orang munafik; dan (juga) di antara penduduk Madinah. Mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Kamu (Muhammad) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kamilah yang mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar.” (At-Taubah: 101)
Firman Allah ‘nanti mereka akan Kami siksa dua kali,’ maksudnya: yang pertama di dunia dan yang kedua adalah di alam kubur.

Sedangkan penjelasan rincinya, Ibnul Qayyim (dalam ar Ruh; 103-106) menyatakan, “pengadu domba, pendusta, penggunjing, pemberi sumpah palsu, penuduh orang baik-baik sebagai pezina, penyeru kepada bid’ah, pendusta atas nama Allah dan Rasulullah tanpa ilmu, pembicara serampangan, pemakan riba, pemakan harta anak yatim secara zalim, pemakan uang suap, pemakan harta saudara muslim tanpa alasan yang dibenarkan, pemakan harta orang kafir yang terikat perjanjian aman, peminum minuman yang memabukkan, pemakai opium (narkoba), pezina, pelaku homoseksual, pencuri, pengkhianat, penipu, pembuat makar, pengambil riba, pemberi riba, penulis riba, dua saksi untuk transaksi riba, orang yang menikah dengan niatan agar istrinya dapat dinikahi bekas suaminya, orang yang menyuruh orang lain menikahi bekas istrinya agar ia dapat menikah lagi dengannya, orang yang berkilah agar dapat meninggalkan kewajiban dan melanggar yang diharamkan Allah, orang yang menyakiti sesama muslim, orang yang mencari-cari aib sesama muslim, hakim yang memutuskan dengan selain yang diturunkan Allah, orang yang memberi fatwa dengan apa yang disyariatkan Allah, orang yang menolong orang lain berbuat dosa dan permusuhan, orang yang membunuh jiwa yang diharamkan Allah, orang yang menihilkan suatu kehormatan Allah, orang yang menegasikan hakikat nama dan sifat Allah, orang yang mendahulukan pikiran, perasaan, siasatnya daripada sunnah Rasulullah saw, orang yang meratap dan rela mendengar ratapan, orang-orang yang menyanyikan lagu-lagu yang diharamkan Allah dan Rasulullah saw serta orang yang mendengarnya, orang-orang yang membangun masjid di atas kuburan, orang-orang yang menyalakan lampu dan pelita di atas kuburan, orang-orang yang mengurangi timbangan saat melayani dan meminta dilebihi saat dilayani, orang-orang yang bengis, orang-orang yang sombong, orang-orang yang riya`, orang-orang yang suka mencaci-maki, orang-orang yang suka mencela, para pencela kaum Salaf, orang-orang yang mendatangi dukun, ahli nujum, dan peramal untuk ditanyai dan dipercaya, para penolong orang-orang zalim yang menukar akhiratnya dengan dunia, orang yang bangga dengan kemaksiatannya dan terang-terangan melakukannya di depan kawan-kawan dan sejawatnya, orang yang tidak dapat dipercaya dalam urusan harta dan kehormatan, orang yang lisannya kasar dan kotor sehingga semua orang meninggalkannya karena khawatir tak luput dari “bisa”nya, orang yang menunda-nunda shalat sampai akhir waktunya yang kemudian mengerjakannya secepat kilat dan tidak mengingat Allah kecuali sedikit saja, orang yang tdk membayar zakat atau membayarnya tetapi tanpa sukarela, orang yang tidak menunaikan ibadah haji padahal mampu, orang yang tidak menunaikan hak orang lain padahal ia mampu, orang yang tidak wara` dalam waktu, ucapan, makan, ataupun langkahnya dan tidak peduli apakah harta yang didapatnya dari jalan halal atau haram, orang yang tidak menyambung tali silaturahim, orang yang tidak mengasihi orang miskin, janda, anak yatim, dan binatang ternak—bahkan suka menghardik anak yatim dan tidak menganjurkan untuk memberi makan orang miskin, orang yang menuntut ilmu hanya untuk mendebat para ulama, orang yang tidak sudi meminjamkan barang-barang miliknya kepada tetangganya, serta orang yang sibuk dengan aib dan dosa orang lain daripada aib dan dosa dirinya sendiri, mereka semua dan yang semisal dengan mereka akan mendapatkan azab kubur sekedar dengan dosa yang mereka lakukan, apakah banyak ataukah sedikit, apakah besar ataukah kecil. Karena kebanyakan manusia seperti itu, maka kebanyakan penghuni kubur diazab. Yang selamat dari mereka hanya sedikit. Bagian atas kubur adalah tanah, sedangkan bagian bawahnya kerugian dan azab… bagian atasnya tanah dan bangunan dari batu berpahat indah, bagian bawahnya kegelapan dan kerusakan yang bersenyawa dengan gelegak kerugian, seperti bersenyawanya kubur dengan apa yang ada di dalamnya dan menjadi haknya, sementara telah ada penghalang antara dirinya dengan syahwat dan mimpi-mimpinya. (M;ydsui Feb 11)

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s