Tafsir Surat Ali Imran 19


TAFSIR SURAT ALI IMRAN 19

“Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah Maka Sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya”.

[189] Maksudnya ialah Kitab-Kitab yang diturunkan sebelum Al Quran.

Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Pernyataan ini merupakan berita dari Allah bahwa tidak ada agama yang diterima disisi-Nya dari seorangpun kecuali agama Islam. Yaitu mengikuti ajaran yang dibawa oleh para Rasul dari masa ke masa hingga rasul terakhir yaitu Nabi Muhammad saw. Allah menutup seluruh jalan untuk mendapatkan ridhonya kecuali jalan yang ditempuh oleh nabi Muhammad saw. Barangsiapa menemui Allah atau mati setelah diutusnya Nabi Muhammad dalam keadaan memeluk agama yang tidak sejalan dengan syariát-Nya maka ia tidak akan pernah diterima. Sebagaimana Firman Allah

“ Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, Maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) dari padanya, dan Dia di akhirat Termasuk orang-orang yang rugi”. ( QS. Ali Imran : 85 )

Melalui ayat ini, Allah memberikan batasan bahwa agama yang diterima disisi-Nya hanyalah Islam.

Selanjutnya Allah mengabarkan bahwa orang-orang yang dibeikan alkitab sebelumnya, mereka berselisih setelah tegak hujah bagi mereka dengan diutusnya para Rasul dan diturunkan kitab suci kepada mereka.

Selanjutnya Dalam firman-Nya

Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab[189] kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Maksudnya, sebagian mereka merasa dengki kepada sebagian yang lain, mereka saling membenci dan saling membelakangi sehingga mereka berselisih dalam hal kebenaran. Karena kebencian dan perselisihan tersebut mereka menentang ucapan dan perbuatan lawannya walaupun itu benar. Sebagaimana dalam firman-Nya, ( Barang siapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah ),  yaitu mengingkari apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. ( Maka sesungguhnya Allah sangat cepat perhitungan-Nya ). Maksudnya, Allah akan memberikan balasan atas perbuatan tersebut dan menghisabnya atas kedustaan yang telah diperbuatnya serta menyiksanya karena ia menyelisihi Kitab-Nya

Sumber : Shahih Tafsir Ibnu Katsir

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s