Kemaksiatan di balik Acara Konser musik


Kemaksiatan di balik Acara Konser musik

Semakin maraknya acara konser dan pentas musik yang disiarkan ditelevisi  baik musisi lokal maupun Internasional, menjadikan umat islam berada dalam kondisi yang memprihatinkan apabila ditinjau dari syariat islam. Korbannya tidak hanya remaja, tetapi anak-anak dan orang tua bahkan lansia sekalipun ikut menjadi tumbal maksiat acara tersebut. Acara konser dan pentas musik itu diselenggarakan mulai dari pagi hari sampai malam hari. Disiarkan secara langsung  maupun tidak langsung.

Banyak sekali dijumpai pelanggaran syariat dan kemaksiatan dalam acara tersebut. Padahal hukum dari musik itu sudah dijelaskan oleh Rasulullah keharamannya dalam sebuah hadits.

akan ada dikalangan umatku sejumlah kaum yang menghalalkan zina, sutra, khamer, alat musik dan beberapa kaum akan mendatangi tempat yang terletak didekat gunung tinggi lalu mereka didatangi orang yang berjalan kaki untuk suatu keperluan, lantas mereka berkata, kembalilah kemari besok, pada malam harinya Allah menimpakan gunung tersebut kepada mereka dan sebagian lain dikutuk menjadi monyet dan babi hingga hari kiamat. ( HR Bukhari,  5590)

Menurut  Syaikh Ibnu Taimiyah, hadits ini menunjukan haramnya alat musik. Al Ma’azif adalah alat musik dan masih dalam kategorinya seluruh alat musik.

Kemaksiatan yang terjadi dalam acara konser dan pentas musik adalah :

  1. Syair dan lirik lagu mengandung unsur kesyirikan karena adanya puji-pujian dan pengagungan kepada selain Allah, penghambaan diri kepada selain Allah, cinta yang berlebihan kepada selain Allah, serta mantra dan syair pemanggilan ruh, jin dan syetan
  2. Penampilan wanita yang membuka aurat, sehingga menimbulkan syahwa penonton
  3. Goyangan dan tarian yang menimb ulkan syahwat. Para penari dengan  goyangan “hotnya” membangkitkan gairah dan nafsu para penonton
  4. Tidak ada batasan laki-laki dan perempuan. Mereka bercampur baur dan tidak peduli apakah mahram atau tidak.
  5. Perilaku seks bebas. Konser musik merupakan saran untuk berduan dan berakhir dengan pelampiasan syahwat.
  6. Penggunaan obat-obat terlarang dan minuman keras. Narkoba merupakan pelengkap bagi setiap konser musik.
  7. Riya dan sombong. Popularitas biasanya diboncengi oleh rasa sombong dan pamer karena disanjung olh banyak orang dan diliput berbagai media.
  8. Pemborosan dan mubazir. Banyaknya biaya yang dihabiskan dalam acara musik merupakan suatu yang mubazir.

Dan masih banyak kemaksiatan yang dipicu acara konser dan pentas musik. Karena SUATU KEMAKSIATAN APABILA DIBIARAKAN MAKA AKAN MENYEBABKAN TERJADINYA KEMAKSIATAN YANG LAIN. Dikarenakan peran syetan yang tidak pernah puasnya untuk menjerumuskan manusia kepada dosa dan maksiat.

 

Naudzubillah min dzalik

Abu Hafshoh

 

 

 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s