Hati-Hati dengan HATI


Hati-Hati dengan HATI

Hati ibarat seorang raja yang mengatur bala tentara, ia memberi perintah dan berbuat sesukanya. Hati berfungsi sebagai sentral atau pusat pengendali perbuatan manusia, apabila ia baik maka akan baik pula lisan dan perbuatannya dan apa bila ia rusak maka akan rusak pula lisan dan perbuatannya.

Nabi saw bersabda

أَلاَوَإِنَ فِيْ الْجَسَدِ مُضْغَةً إذَاصَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ اْلجَسَدُ كُلُّهُ أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

“Ketahuilah bahwa didalam jasa manusia terdapat segumpal daging, jika ia baik maka baik seluruh jasadnya,dan jika ia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya.ketahuilah bahwa segumpal daging itu ialah hati”.

Berdasarkan sifatnya hati dibagi menjadi

  1. Hati yang sehat. Orang-orang yang akan selamat pada hari kiamat adalah orang yang memiliki hati sehat. Hati yang sehat adalah hati yang selamat dari seluruh keinginan syahwat yang bertentangan dengan perintah dan larangan Allah. Oleh karna itu ia selamat dari penghambaan kepada selain Allah dan dari mengikuti kepada selain Rasulullah Saw , selain itu amal perbuatan akan diterima apabila hati ikhlas karena Allah. bila ia mencintai seseorang cintanya hanya karena Allah bila ia membenci, bencinya karena Allah. Apabila ia memberi, memberinya karena Allah. Hati yang sehat juga tidak pernah tunduk dan berhukum kepada setiap orang yang memusuhi rasulNya. Hatinya terikat kuat untuk mengikuti Allah semata, dan tidak mengikuti seorangpun baik dalam perkataan maupun perbuatan.

Hati yang mati.

Hati yang mati ini didalamnya tidak ada kehidupan. Ia tidak mengetahui Rabnya sehingga tidak menyembah Allah sesuai dengan apa yang telah diperintahkan dalam alquran dan sunnah. Ia berjalan bersama syahwat dan kesenangannya meskipun mengandung amarah dan murka dari Allah swt.

Ia beribadah kepada selain Allah karena cinta, takut, berharap, ridho, marah, penuh pengangungan. Nafsu dan syahwat lebih berpengaruh baginya dari pada mengharap ridho Allah. Ia dikendalikan oleh nafsu dan syahwat yang berasal dari bisikan syetan.

Hati yang sakit

Hati yang sakit adalah hati yang hidup, tetapi terjangkit penyakit. Terkadang hatinya condong pada kebaikan, namun kadang cenderung kepada kemaksiatan. Semua itu terjadi pada saat ia punya kuasa untuk memilih salah satu keduanya.

Dalam hati tersebut ada cinta pada Allah, iman, Ikhlas, tawakal, dan itulah bahan yang menyebabkan ia hidup. Namun pada suatu ketika juga ada syahwat dan nafsu yang menggiring kepada maksiat. Adakalanya ada sifat iri, dengki, ujub, sombong serta dendam.

Ia diuji oleh dua pilihan dan dua penyeru.

  1. Penyeru kebaikan, yang mengajak untuk memilih dan melakukan kebaikan, ketaatan kepada Allah dan Rasul.
  2. Penyeru kemaksiatan, yang mengajak untuk memilih dan melakukan dosa serta maksiat, cinta dunia, harta dan tahta.

Hati yang terbalik.

Hudzaifah bin yaman mengatakan bahwa hati yang terbalik ini adalah hati yang munafik. Ia mengetahui kebenaran namun ia mengingkarinya, ia melihat tapi pura-pura tidak mengetahuinya.

Menjaga hati dari bisikan syetan adalah sebuah kewajiban. Banyak cara yang bisa dilakukan agar terhindar dari pengaruh dan bisikan syetan tersebut, salah satunya adalah dengan menutup pintu, jalan serta celah yang dilalui oleh syetan.

Ada beberapa pintu masuk syetan bagi manusia

Pintu utama bagi syetan agar bisa masuk adalah marah/emosi dan syahwat. Selama manusia dalam keadaan marah, maka syetan akan menjadi pengendali bagi orang tersebut. Sementara marah dan syahwat bisa dibentengi dengan mendekatkan diri pada Allah. Salah satu cara yang paling efektif untuk menghilangkan marah dan syahwat adalah dengan wudhu, zikir, dan baca Alquran.

Pintu syetan yang lainnya adalah iri dan tamak. Selama manusia masih tamak, selama itu pula ia dapat dikendalikan oleh syetan.

Pintu syetan yang lain adalah kekenyangan karena makan, meskipun apa yang dimakan adalah yang halal dan bersih. Karena orang yang kekenyangan akan meningkatkan syahwatnya, sedangkan syahwat adalah senjata bagi syetan.

Tergesa-gesa terhadap suatu tindakan dan tanpa pemikiran yang matang adalah salah satu cara syetan bisa masuk dan mengelabui manusia.

Bakhil dan Pelit. Orang yang bakhil atau kikir takut akan kehilangan apa yang dimilikinya, sehingga  menjauhkannya dari berbuat kebaikan, seperti berinfak, bersadaqah, menolong, dan berbagi yang lainnya. Orang bakhil lebih senang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya  dari pada membelanjakan dijalan Allah.

Pintu syetan yang berbahaya lainnya adalah sifat fanatik. Dengan fanatik terhadap kelompok dan mazhab, maka akan menganggap rendah kelompok lain. Sehingga menimbulkan banyak konflik dan pertentangan walaupun hanya pada persoalan yang sepele.

Untuk sangat penting bagi kita semua untuk menutup pintu syetan rapat-rapat agar tidak mudah disesatkan dan dipengaruhi oleh syetan.

Sumber : (Bahrur Raiq fii Zuhdi war Raqaiq, Dr Ahmad Farid)

Aside | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s