Penyakit Hati dan Tanda-Tandanya


Penyakit hati dan tanda-tandanya

Hati yang sakit adalah salah satu pendorong manusia gemar untuk melakukan kemaksiatan. Banyak hal yang menyebabkan hati menjadi sakit. Penyakit hati itu seperti sifat iri, dengki, ujub, sombong, angkuh, cinta dunia harta dan tahta, dan masih banyak penyakit hati yang menjadi penyebab kemaksiatan.

Perbuatan dosa memiliki pengaruh yang berbahaya pada hati dan tubuh manusia baik didun ia maupun di akhirat. Tidak ada kejelekan dan penyakit di dun ia dan akhirat, kecuali disebabkan oleh dosa dan maksiat.

Semuanya bermula dari hati. Apabila hati sehat maka akan terlihat kepada akhlaknya yang baik. Dan apabila hatinya sakit maka ia akan menghasilkan akhlak yang buruk.

Ada Beberapa tanda apabila hati sudah sakit.

  1. Sulit  menerima sesuatu yang menjadi kewajiban baginya. Mencintai allah, dan beribadah kepadaNya adalah sesuatu yang harus didahulukan. Namun orang yang berpenyakit hati sangat berat baginya untuk menerimanya, karena lebih cenderung mendahulukan hawa nafsunya. Sebagian ulama salaf mengatakan, “itulah hati apabila merindukan sesuatu, ia menurutinya. Lalu ia mengarungi hidup di dunia seperti kehidupan binatang yang tidak menyembahNya dengan mentaati perintah dan laranganNya.
  2. Tidak merasa bersalah atas perbuatan maksiat yang dilakukan. Dosa dan maksiat sepeti makanan pokok bagi oang yang memiliki hati yang sakit. Tidak ada penyesalan dan keinginan  untuk bertobat atas apa yang dilakukannya. Sementara orang yang hatinya sehat akan merasa sakit apabila melakukan maksiat. Dengan demikian ia akan menyesal atas maksiat yang telah dilakukannya.

QS. Ali Imran : 135

“ dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau Menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”.

Mereka ingat akan keagungan Allah, ancamanNya, dan siksaNya. Sehingga hal itu membersitkan taubat bagi mereka. Orang yang hatinya sakit selalu mengiringi kejelekan dengan  kejelekan pula.

3. Pemiliknya tidak merasa sakit dengan kebodohannya terhadap kebenaran.

Hati yang sehat akan merasa sakit dengan perkara-perkara yang syubhat yang menjangkitinya, kebodohannya terhadap kebenaran dan aqidah-aqidah yang bathil. Oleh sebab itu kebodohan merupakan musibah terbesar yang diderita orang yang didalam hatinya ada kehidupan. Ulama-ulama mengatakan bahwa tidak ada dosa dan maksiat kepada Allah yang lebih jelek daripada kebodohan.

Imam Sahl  pernah ditanya,

يا أبا محمد أي شيء أقبح من الجهل؟ قال ” الجهل بالجهل ” ،قيل : صدق لأنه يسد باب العلم بالكلية

“Wahai Abu Muhammad, adakah sesuatu yang lebih buruk daripada kebodohan? Dia menjawab, “Bodoh terhadap kebodohan.” Kemudian ada yang berkata, “Dia benar, karena hal itu akan menutup pintu ilmu sama sekali.”

4. Pemilik hati tersebut beralih dari zikir kepada Allah kepada hal yang melalaikan.

Banyak manusia sekarang ini yang berpaling dari alquran dan zikir kepada Allah. Mereka cenderung kepada mendengarkan nyanyian dan musik yang dapat menumbuhkan kemunafikan dalam hatinya. Seorang hamba lebih mengutamakan maksiat karena kecintaannya pada hal-hal yang dimurkai Allah dan RasulNya. Dengan demikian mengutamakan maksiat ialah buah dari penyakit hati dan hal itu kian memperparah penyakit hati. Selama hati sehat, ia akan cinta pada apa yang dicintai Allah dan RasulNya.

5. Pemiliknya ridho dengan dunia, merasa aman dan nyaman dengan apa yang didapat didunia, dan tidak merasa khawatir dengan akhiratnya.

Hati yang sehat selalu memikirkan akhirat. Namun apabila hati mulai sakit maka kecendrungan untuk memikirkan dunia sangat besar sehingga melupakan akhirat.

 

Janganlah kita terlena dan lengah dengan penyakit hati dan membiarkannya menjangkitinya. Karena jika membiarkan penyakit tersebut dapat menyebabkan matinya hati tersebut, Sehingga tidak ada lagi cahaya masuk kedalam hati. Hati yang mati adalah sumber dari semua kemaksiatan dan dosa besar yang bisa mengantarkan kepada kekufuran.

Permisalan hati seperti sebuah benteng, sedang setan adalah musuh yang hendak memasuki benteng itu lalu menguasainya. Tidak mungkin benteng itu terjaga kecuali dengan menjaga pintu-pintunya. Dan orang yang tidak mengetahuinya tidak mungkin mampu menjaganya, begitu pula tidak mungkin menghalangi setan kecuali dengan mengetahui jalan masuknya.
Jalan-jalan masuk setan banyak jumlahnya, di antaranya hasad (dengki), ambisi duniawi, marah, syahwat, cinta berhias, kenyang, tamak, terburu-buru, cinta harta, fanatik madzhab, berpikir sesuatu yang tidak dicapai akal, buruk sangka dengan kaum muslimin, dan lain-lain.

redaksi

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s